Penerbitan Sertifikat Layak Fungsi

Bangunan gedung yang telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi dan fungsi penggunaannya sesuai dengan IMB, diberikan SLF. SLF diterbitkan dengan masa berlaku 5 Tahun untuk bangunan umum dan 10 Tahun untuk bangunan rumah tinggal, hal ini diperlukan guna memberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat dalam pemanfaatan bangunan gedung.

Gedung Kantor Dico Citas.

Sertifikat Laik Fungsi adalah Sertifikat yang diterbitkan oleh Pemda atau Pemkot pada sebuah bangunan yang telah dibangun dan sesuai IMB serta telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunannya itu sendiri yang berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi terkait. Jadi SLF harus dimiliki bangunan gedung, sebelum gedung tersebut beroperasi atau digunakan. Sehingga pada intinya adalah gedung yang tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi maka gedung tersebut tidak dapat beroperasi secara lawful. ini diterbitkan oleh pemerintah daerah sebagai kelayakan fungsi dan sesuai dengan persyaratan bangunan yang berlaku. Sertifikat Laik Fungsi mempunyai masa berlaku 5-10 tahun tergantung dengan jenis bangunannya.

Dan ketika masa berlaku itu telah habis, maka harus segera diperpanjang agar pengurusan perijinan lainnya bisa lancar dan dipermudah. Untuk persyaratan permohonan baru maupun perpanjangan hampir sama. Sebelum masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi tersebut habis, maka harus segera mengajukan permohonan perpanjangan sertifikat dengan dilengkapi laporan hasil konsultan slf pengkajian bangunan gedung (yang harus dibuat oleh pengkaji yang memiliki Izin Pelaku Teknis Bangunan/IPTB). Pemeriksaan secara berkala bangunan gedung harus dilakukan oleh pemilik dan/atau pengguna bangunan gedung dan dapat menggunakan penyedia jasa pengkajian teknis bangunan gedung yang memiliki sertifikat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

  • Jadi SLF harus dimiliki bangunan gedung, sebelum gedung tersebut beroperasi atau digunakan.
  • Sertifikat Laik Fungsi adalah Sertifikat yang diterbitkan oleh Pemda atau Pemkot pada sebuah bangunan yang telah dibangun dan sesuai IMB serta telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunannya itu sendiri yang berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi terkait.
  • ini diterbitkan oleh pemerintah daerah sebagai kelayakan fungsi dan sesuai dengan persyaratan bangunan yang berlaku.
  • Sertifikat Laik Fungsi mempunyai masa berlaku 5-10 tahun tergantung dengan jenis bangunannya.
  • Sehingga pada intinya adalah gedung yang tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi maka gedung tersebut tidak dapat beroperasi secara legal.

Untuk mempermudah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi ini, ada baiknya pemilik bangunan gedung sudah merapikan dokumen pelaksanaan teknis bangunan. Dimana dokumen ini merupakan rencana teknis yang sudah mendapat persetujuan dan disahkan, beserta gambar– gambar kerja pelaksanaan yang menjadi bagian dari dokumen ikatan kerja. Serta di dalamnya terdapat dokumen akurasi gambar rencana dan perhitungan– perhitugan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Sejak tahun 2013, pemilik bangunan gedung tak cukup bila hanya menagntongi perijinan IMB saja, sebab pemerintah memberlakukan kewajiban baru untuk segera mengajukan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan pada Dinas Perijinan di Pemda setempat. Hal ini dilakukan agar setiap bangunan gedung yang berdiri tertib administratif dan teknis sesuai dengan fungsi bangunan serta sebagai bukti bila bangunan gedung yang berdiri tersebut sudah memenuhi kelayakan untuk digunakan atau belum. Peraturan tersebut dimaksudkan untuk menertibkan penyelenggaraan bangunan gedung, memberikan percepatan dan kemudahan, serta untuk meningkatan pelayanan atas perizinan gedung. Adapun pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan, di antaranya meliputi kesesuaian fungsi, persyaratan tata bangunan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta perawatan dan pemeliharaan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *